Dua Hari Bersama Gank Predator

Sabtu, 24 September 2010 sore tiba di kantor Gama, kantor lama tempat dulu aku bersama Kang Fido, Mbak Emmy, Komotoz, Don Ali bersama-sama bekerja keras menghantarkan siswa bimbingan kami menuju universitas neegri.

Sore itu kuparkir Si Macan di depan kantor, saat membuka pintu office tak kutemukan orang yang kukenal, namun aku tetap mengucapkan salam kemudian menyalami setiap orang yang berada  di situ untuk mengucapkan Minal Aidzin wal faidzin. Akhirnya kutemukan Afat di balik meja, ia sedang mengetik laporan keuangan.

setelah bertegur sama basa-basi dengan dedi, manager baru di situ, aku menuju lantaidua dan bertemu Pak Supri, Mas Parto dan Mas Ikhsan yangtengah sibuk membahas sesuatu. Setelah berbasa-basi aku kembali ke lantai satu dan mengobrol dengan orang-orang di situ. Pukul 5 sore aku menuju musholla kemudian menyiapkan stamina sebelum begadang malem minggu.

Aku terbangun pukul 7 kurang seperempat, dan ternyata hanya tersisa Afat. Yang lain telah pulang ke rumah masing-masing. Pukul 8 aku bersama Afat ngegas menuju kontrakan Don Ali di Pondok Betung. Ternyata mereka tidak berada di tempat dan setelah dihubungi ternyaa berada di tukang pecel ayam di dekat mesjid. Kami pun berjalan kaki ke sana. Di sana ada Alfa dan Memeto. Don Ali sedang tidak di situ karena lagi mudik.

Pukul setengah 11 kami meluncur menujurumah Joe di sektor 7 Bintaro, untuk menghadiri 1 tahunan wafatnya ayah Joe. beberapa kali Memeto yang berboncengan dengan Alfa tertinggal sehingga Aku yang membonceng Afat harus berhenti untuk menunggu mereka. Rupanya yamaha Jupiter Z yang dikendarai memeto tak sangup mengimbangi Honda Tigerku, walaupun aku hanya ngegas maksimal 60 km/jam. Atau mungkin Memeto saja yang tidak bisa atau ngga berani “ngegas”. entahlah,… namun ternyata dari POndok Betung ke sektor 7 yang biasanya kutempuh 10 – 15  menit kini mencapai 1 jam, lama banget,…

Acara pengajian di rumah Joe telah selesai. Di sana hanya ada ibunya Joe dan kakanya, Gadis. Ibunya Joe menyambut teman-temanku dan kami pun mengobrol panjang lebar. Namun yang paling bersemangat adalah Alfa, seolah tak habis kalimat-kalimat meluncur dari mulut hitamnya. Rupanya cocok sekali Alfa dengan Ibunya Joe ini. Kami pun menyantap indomie rebus dan menimkati berbatang-batang rokok dan menyeruput kopi panas buatan  Gadis. Di Alfa sempat berbisik padaku bahwa Gadis menarik juga.

Pukul 12 tengah malem Afat sudah mengantuk, akhirnya ia tertidur di sofa di teras. Lewat pukul 1 tengah malam teman-temanku pamit. Karena Afat tidak membawa motor dan tadi pun kubonceng, maka aku sekarang harus mengantarnya pulang. namun di tengah perjalanan pulang kami berbelok ke arah Tegal Rotan, area yang sedikit berkesan negatif di mata sebagian orang,… ada apa di sana….? apa yang tejadi di sana…?

Leave a comment

Filed under Predator Family

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s