Hari Ke-2, Persiapan Perjalanan menuju Garut

Gerimis di sore ini lumayan cukup tuk membasahi sekujur badan ini, membuat pakaian lengket di badan. Setelah tiba di rumah Yayan, kami memarkir motor kami, si Macan Merah dan GL-Pro di samping rumah Yayan. Matahari sudah tak nampak, hanya sisa sedikit cahayanya di ufuk barat. Langit mulai gelap dan masih tersisa awan hitam.

Kami bersalaman dengan ibu, bapak, dan Yayan sendiri. Kemudian menikmati dinginnya petang di Baru Ibun sambil mengisap rokok tuk menghangatkan bibir kami yang menyembunyikan gigi yang gemulutuk menahan dingin.

Secangkir kopi panas menambah nikmatnya suasana dingin. Sambil bersenda gurau kami membicarakan banyak hal berkaitan dengan teman-teman kami, guru-guru di sekolah kami dulu, dan rencana perjalanan touring menghabiskan masa liburan lebaran ini.

Dinginnya udara ternyata membuat kami tak kuasa menahan untuk buang air kecil. Dan ternyata kami harus ke jamban yang letaknya terpisah dari rumah Yayan. Harus berjalan di samping rumah-rumah bilik. Jamban yang dimaksud memang sudah ditembok, namun setengahnya lagi hanya ditutupi bilik bambu dan sumber airnya dari sumur. Sehingga kami harus menimba air dulu,…

Malam yang dingin di desa Baru Ibun membuat kami harus ke jamban berkali-kali, mungkin harusnya ada yang menghangatkan badan kami. Mungkin vodka dan kehangatan mojang priangan yang jelita. Namun malam ini itu semua tak ada, jadi cukuplah 2 bungkus Sampoerna Mild dan Dji Sam Soe serta Djarum Super.

Yang lumayan bikin deg-degan karena harus buang air juga, saat itu tengah malam. Menghabiskan waktu 10 hingga 15 menit di jamban yang dingin dengan hanya berdinding bilik bambu dan suara jengkrik membuat jantung agak berdebar kencang. Ditambah penerangan yang hanya lampu 5 watt yang kadang-kadang mati,…

Yayan berusaha menyenangkan tamu-tamunya, ia mencoba mencari PS rentalan agar kami dapat menghibur diri dengan permainan digital tersebut. Namun ternyata pemilik persewaan sedang tidak ada. Andaikata ingin mnghibur diri dengan gadis-gadis setempat pun sudah tidak bisa karena malam sudah sangat larut. Mereka pun mungkin sudah ‘diangkut‘.

Leave a comment

Filed under Libur Lebaran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s