Mengapa gw senang Mengajar?

Mengajar,

Mungkin bagi kebanyakan orang mengajar itu menjadi guru di sekolah, menjadi PNS, mendapat gaji besar dan tunjangan tetap dan jaminan masa depan sebagai pegawai pemerintah.

Tapi mengajar seperti itu berbeda dengan apa yang gw pahami, jalani, dan sukai. Dengan mengajar gw akan selalu dituntut menyiapkan dan menguasai materi pelajaran sekolah. Itu emang keharusan, tetapi gw seneng mengajar karena gw akan selalu bersama anak muda yang dinamis, yang memiliki ketertarikan dan psikologis variatif.

gwwww getooooh looohhh

gwwww getooooh looohhh

Selalu hidup bersama orang muda dan membuat diri gw yakin bahwa masa depan mereka akan lancar-lancar saja dan sukses,itu membuat gw tenang. Dan mengalami kehidupan yang dinamis dan penuh kisah bersama mereka,itulah energi yang selalu membuat gw bergerak dan menyukai dunia mengajar.

Gw ga harus berada di dalam suatu lembaga pendidikan, karena itu hanyalah wahana saja bwt gw. jadi gw ga akan terikat oleh suatu lembaga tertentu. Gw kadang mengajar di sekolah, mulai dari SMP hingga SMA bahkan perguruan tinggi, namun seringnya gw mengajar di suatu bimbingan belajar. Ya karena gw ga harus bangun pagi dan menikmati kemacetan ibu kota, sehingga bimbel adalah wahana yang tepat bwt gw.

teman-teman sesama pengajar

Bersama teman-teman pengajar

gw udah mulai mengajar sejak SMA, kala itu gw sering bantu temen-temen di kelas yang masih belum paham pelajaran Fisika dan Matematika. Mereka sering bertanya dan diskusi pelajaran itu dengan gw, mungkin karena nilai gw di kedua pelajaran itu tinggi. karena bukan hanya tinggi namun juga suka, karena tantangannya, maka gw pun memilih ITB sebagai kampus gw, yang ternyata di kampus ini gw menemukan pelajaran lain yang sangat berharga.

Gw mengalami masa SMA, tentunya lo semua bakalan setuju sm gw kalo masa SMA itu masa paling indah, bolos, main basket, nongkrong di kantin, perpus, ngecengin cewek cakep. Itu kenakalan, yg gw juga pernah mengalami, namun gw berusaha tetap menyenangkan orang tua gw, dan sebagai pembuktiannya gw berusaha agar tembus di ITB, karena saat itu kampus inilah yang dianggap memiliki tingkat persaingan paling ketat se-Indonesia. Dua presiden negara ini berasal dari sana.

Semasa mengajar gw sering akrab dengan siswa/i gw terutama yang cewe. mungkin karena mereka suka belajar sm gw n gw juga suka ngajarin mereka, emang ada yang ga suka, ngeliatin cewe cakep? gw ga muna lah.

bersama salah satu murid gw

bersama salah satu murid gw

Yang paling gw ga suka adalah, kalo pengajar itu harus berbusana formal dan berbicara serta bersikap formal. Gw sangat ga suka anggapan kaya gitu, karena menurut gw hal seperti itu menciptakan gap antara pengajar dan siswa. Dan terbentuk hirarki serta jurang pemisah. menurut gw kalo lo pengen menjadi pengajar yang baik,diterima oleh siswa, maka lo harus bisa menjadi kawan, sahabat, teman yang baik dan selalu ada saat mereka membutuhkan lo.

Jadi lo dihormati bukan karena keterpaksaan, bukan karena kewajiban. Karena kalau seperti itu yang terjadi, maka mereka (siswa/murid) pun akan berlaku formal dan tertutup ke elo. Namun kalo lo menjadi sahabat bwt mereka, mereka akan terbuka sm lo, dan ketika mereka terbuka sm elo inilah, proses dialog, tukar informasi, sharing terjadi. Lo bakalan tau apa kekurangan dan kelebihan murid lo, lo bakalan tau apa kesulitan dan apa yang disukai oleh mereka, lo bakalan tau mengapa mereka ga suka terhadap suatu pelajaran.

malam mingguan bareng temen-temen pengajar dan murid gw

malam mingguan bareng temen-temen pengajar dan murid gw

Jangan selalu memberikan materi pelajaran kepada mereka apalagi pake cara yang biasa dan formal kaya di sekolah. mengapa ? karena mereka telah berada di sekolah dari jam  setengah tujuh pagi hngga sore hari selama 5 hari seminggu. Dan saat mereka akan menghadapi UN (Ujian Nasional) mereka bingung, harus belajar apa dan bagaimana caranya, karena saking banyaknya materi yang harus mereka pelajari dalam waktu yang singkat.

Fairuz, Maya

Fairuz, Maya

Kalo begitu, ngapain mereka selama ini, cape-cape belajar dari pagi ampe sore selama 12 tahun? (kalo diitung dari kelas 1 Sd sampai 12 SMA kan berarti 12 tahun tuh), sia-sia mereka beajar 12 tahun namun bingung mau jawab apa saat mau UN….

Mungkin itulah salah satu cermin betapa cacatnya sistim pendidikan di negara ini. Dan mungkin karena itulah bimbel-bimbel tumbuh bagai jamur di musim penghujan. Namun banyak juga yang bertumbangan bagai dau berguguran di musim kemarau….

Rizka n Auwdy

Rizka n Auwdy

Selama gw menjadi pengajar di bimbel (kurang leih ada 5 bimbel yang pernah gw masukin, dan gw menjadi sangat tahu seluk beluk, kelemahan dan kelebihan masing-masing bimbel itu) gw menemukan sesuatu hal, yang menjadi pelajaran berharga bwt gw, dan itulah mungkin yang semakin membentuk gw menjadi seperti sekarang ini. Kelemahan masing-masing bimbel itu telah gw ketahui sebabnya, dan keunggulannya pun telah gw ketahui sebabnya. Gw mengetahuinya, secara bisnis. Namun itu akan dibahas di topik lain.

kawan, learning, is ssoo fun,...

kawan, learning, is ssoo fun,…

Intinya, agar suatu lembaga pendidikan baik itu sekolah maupun bimbel dapat menjadi tempat yang menyenangkan untuk belajar, nah itulah pekerjaan utama gw. karena itu yang menjadi misi suci gw, 4 juta lulusan SMA tiap tahunnya jangan menjadi benalu bagi negara ini, mereka layak menjadi sesuatu yang berguna dan menjadi pilar kemajuan bangsa ini.

Hanny, Jadid, Ucok

Hanny, Jadid, Ucok

Mungkin ada faktor lain mengapa gw mengajar, gw termasuk manusia yang selalu kesepian. jadi dengan mengajar gw akan selalu bersama banyak orang (murid-murid gw) yang akan selalu tertawa menikmati masa mudanya, masa SMA-nya, dan kebahagiaan mereka akan mempengaruhi gw untuk ikut berbahagia. gw akan mendukung apa yang mereka lakukan dan perjuangkan, bukan hanya agar dapat kuliah di tempat yang bagus namun juga aktivitas mereka, misalnya mengikuti pemilihan kang Nong (Auwdy), Abang None (Sabrina), Putri Indonesia, dll,

gw bareng Auwdy, siswi SMA 1 Ciputat, finalis Kang Nong Tang-Sel

gw bareng Auwdy, siswi SMA 1 Ciputat, finalis Kang Nong Tang-Sel

Kadang-kadang, gw n tim harus ke sekolah, ya bwt pengenalan program baru ataupun presentasi di kelas. Ini harus (biasanya) dikerjakan pagi atau menjelang siang, yang menuntut lo bwt bersuara lantang, karena lo harus speak di depan kelas ngejelasin program-program lo. Melelahkan namun menyenangkan kalo mereka antusias, kalo engga ya DL, derita loe dah! ada senangnya, ada dukanya. Dukanya, berpanas-panas dan suara serak karena habis keseringan ngomong di kelas. senangnya ketemu makhluk manis, misalnya murid yang cakep atau guru sekolahan yang cakep, kalo blm pada punya suami mungkin digodain habis-habisan sm gw n temen-temen gw, … gpp lah bro, kan engga ngelanggar undang-undang republik ini,

makhluk manis di suatu sekolah *****

makhluk manis di suatu sekolah *****

Lo mungkin seorang pengajar, atau guru, atau tutor, atau apalah, intinya begitu, walaupun lo lebih tua atau lo lebih dulu hidup dari murid lo, tapi mereka bisa memberi lo sisi lain, memberi lo pelajaran yang mungkin mereka tau tapi lo gak tau, manusia itu kompleks dan menarik untuk dipelajari, makanya gw sempet ngambil mata kuliah psikologi di kampus. mempelajari karakter manusia itu menarik dan asik karena selalu ada tantangan, hal-hal baru yang menuntut lo untuk terus belajar.

gadis ini, saat itu masih siswi SMA, sekarang mahasiswi IPB

gadis ini, saat itu masih siswi SMA, sekarang mahasiswi IPB

Murid gw berhasil meraih impian mereka, itulah keberhasilan menurut gw,

sarcut n jadid, skr jd anak IPB dan Unbraw

sarcut n jadid, skr jd anak IPB dan Unbraw

Murid-murid gw, yang slalu gw kangenin, lo semua, yang pernah slalu membuat gw tertawa,

gadis manis dari Rempoa, kini menimba ilmu di IPB,

gadis manis dari Rempoa, kini menimba ilmu di IPB,

3 Comments

Filed under Aktivitas sebagai Guru

3 responses to “Mengapa gw senang Mengajar?

  1. tujuannya sih mulia, tp sifat manusiawinya tetap gk bisa diminimalisirkan -_-”

  2. iya, namanya juga ngajr mba. koq menggunakan kata “tp” alias “tapi”? emang sifat manusiawi dengan mengajar itu hal yang bertentangan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s