PILKADA DKI Jakarta 2012

Ada beberapa hal mengenai PILKADA DKI jakarta yang (mungkin) belum dibahas di media. Isi tulisan ini didasarkan pengamatan gw dan kawan-kawan gw di lapangan.

Setelah mengumpulkan ingatan ternyata beberapa kejadian yang terjadi selama masa pemerintahan Fauzi Bowo menyimpan kenangan berdarah. Awalnya hal ini hanya gw anggap kejadian biasa di ibukota, yang saking “keras”nya hingga tercipta hashtag bernama #jakarta_keras.

Tahun 2010 terjadi bentrok antar ormas di wilayah paling ujung dari selatan Jakarta, yang meliputu daerah Pondok Indah, Kebayoran, Bintaro, Pondok Aren, Rempoa, Gintung, Pondok cabe, dan Ciputat.

Bentrok ini diawali pertemuan antar ormas di Rempoa yang ditutup dengan hiburan dangdut. Dan saat pertunjukan dangdut ini beberapa anggota ormas yang mabok bersenggolan, sehingga menyulut emosi di kedua belah pihak, merembet ke ormas lain. Ditambah memang antara anggota ormas tersebut telah memiliki dendam lama yang mungkin belum terbalaskan.

Bentrok ormas di sekitaran Pondok Indah ini memanas lewat tengah malam, gw ingat saat itu ada event Anniversari Bekasi Tiger Club (BKTC) di Bekasi.

Sepulang dari Bekasi bersama konvoi militan ATJ, tigerist Jakarta selatan berkumpul di pelataran parkir barat Gelora Bung karno (GBK) aau biasa dikenal sebagai panahan.

Lewat tengah malam di tempat itu banyak gaul’ers jakarta yang nongkrong, dari sekedar parkir, makan, maupun cuci mata, dan kalo beruntung dapet “limpahan club” alias cewe-cewe yang baru pulang dugem, yang kebanyakan udah pada mabok alias teler. (bahasan ini di posting lain ya)

Mendekati jam 2 pagi, kami dari area bintaro,pamulang,ciputat,petukangan akan kembali ke rumah dan beskem masing-masing. Namun brother kami yang telah riding duluan ke arah ciputat memberi kabar bahwa tengah terjadi bentrok ormas di depan Pondok Indah Mall dan semua area sekitarnya (Bintaro,Rempoa,Lebak Bulus)

FBR serbu PP

FBR serbu PP

Menghindari bentrok dengan ormas-ormas tersebut kami memilih stay di panahan, dan sebagian menuju ciledug, itupun setelah mendekati adzan subuh. gw dan ketum menuju bengkel MU di ciledug. menunggu sampai siang hari hingga keadaan kondusif.

Jam 1 siang gw akhirnya menuju kediaman Joe macan putih. dan keadaan dia sedang kesal karena beberapa area diblokade, menyusul isu akan adanya serangan balik.

Berita kejadian minggu dini hari akhirnya ditayangkan di semua stasiun TV. Ternyata bentrok dini hari itu menewaskan 17 orang dari berbagai ormas yaitu FBR, Forkabi, Pemuda Pancasila, dan Kembang Latar. kesemuanya memang dikenal sebagai ormas yang “rusuh.”

Kerusuhan yang sanat terasa bwt gw terjadi pada 26 Juni 2012, yang di awali bentrok antara FBR dan PP di Ulujami. Juga pertikaian antara ketua FBR Pondok Aren dgn ketua PP yang juga wakil ketua DPRD Tangerang Selatan di depan rumah ketua PP tersebut.

Suasana makin memanas saat tengah malam jam 22.30 ketua FBR Pondok Aren tewas bersimbah darah. Kejadian ini bermula saat puluhan pemuda berkendara motor bebek menyerang posko FBR. Saat itu ada 10 org FBR sedang duduk-duduk sambil minum di beskemnya. mengetahui jumlah lawan lebih banyak (25an orang) anggota FBR melarikan diri dan meninggalkan sang ketua hinga meregang nyawa dalam keadaan mengenaskan, leher dan lengan hampir buntung, dengan perut menganga.

FBR anti PP

FBr anti PP

Jam 23.30 massa FBR berkumpul, lalu massa membentuk kerumunan dan meneriakkan yel-yel “Yang kurang ajar, hajar!” selama satu jam sambil menunggu komando. jam 2 kemudian massa yang berjumlah sekitar 300an orang bergerak menuju pasar Cipadu, tujuan rumah ketua Pemuda Pancasila.

Terjadi pengrusakan selama 1 jam di rumah ketua PP. Jam 4 dini hari polisi yang terdiri dari patwal 5 mobil strada dan 3 mobil sedan serta 1 truk mengamankan lokasi dan menggiring massa FBR kembali ke poskonya.

PP vs FBR

FBR vs PP

Siang hari jam 2 siang ketua FBR ini, Bang Picu dimakamkan. dilanjutkan konvoi FBR melintasi pondok cabe – ciputat, dengan maksud malakukan sweeping terhadap PP. Posko-posko PP dibakar, namun kebanyakan diamankan oleh aparat kepolisian.

posko PP Tanah kusir

posko PP tanah kusir

Malam berikutnya keadaan kembali memanas, FBr melakukan sweeping kembali.

Setelah kejadian itu, seminggu kemudian terjadi pengrusakan posko ormas oleh FBR.

Dan situasi makin panas seiring makin ramainya kampanye PILBUP DKI Jakarta,…

Foke-Nara bergaya ala FBR

Foke-Nara bergaya ala FBR

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Dalam salah satu kampanye dari pasangan cabup-cawabup Fauzi Bowo (Foke)& Nachrowi Romli (Nara), Nara yang mantan jenderal TNI mengingatkan warga Jakarta agar memilih gubernur dari kalangan Betawi, jangan dari luar Betawi,

jenderal ini Yakin menang 1 putaran

jenderal ini Yakin menang 1 putaran

“Masa kampung kite mau dipimpin orang luar? ” dan suasana riuh itu diramaikan para pendukung Foke-Nara yaitu FBR.”Yang kurang ajar, hajar!” teriak Nara sambil mengacungkan tinju.

Fauzi Bowo sendiri jarang tampil, mungkin ia sangat yakin akan kemenangan yang akan diraihnya, sesuai baligho dan banner yang memenuhi berbagai sudut kota Jakarta dengan tulisan “Nomor ! siap menang Pilkada 1 putaran ”

kumis preman

kumis preman

Dalam kampanye ini Foke-Nara menggelontorkan duit hingga triliunan rupiah, demi apa? demi menjadi penguasa Jakarta yang dihuni berjuta pedagang dan pengusaha. Intinya ingin mendapatkan kekayaan yang sangat banyak, entah untuk siapa….

kampanye 10 triliun

kampanye triliunan rupiah

selain memasang spanduk, poster, selebaran, Foke juga banyak memasang foto narsisnya dlm bentuk reklame, iklan di TV, dan iklan di koran dan majalah.

saat kampanye pun kerap menggunakan jasa para perempuan cantik nan menggoda (SPG)

cewekFoke

barisanperempuannyaFoke

untuk mengerahkan gadis-gadis cantik ini tentu Foke ngeluarin duit yang ngga sedikit

gadis-gadis bayaran Foke

gadis-gadis bayaran Foke

Foke-Nara pun menggaet sosialita dan artis-artis ibu kota

jaja dibeli

jaja miharja dibeli

mengapa mereka semua mendukung Foke-Nara? yang jelas-jelas gagal mensejahterakan warga (kaum lemah) DKI? yang jelas-jelas tak mampu mengatasi kemacetan? tak mampu mengatasi banjir?

barisan mahal

barisan mahal

Soooo, mengapa dana kampanye Foke-Nara begitu melimpah?

Selain donatur, sukarela, duit sendiri, ada beberapa hal yang menyimpan misteri.

Selama pemerintahan Foke memimpin DKI, pendapatan dari PRJ, pajak, izin membangun gedung, mall, pertokoan, produksi kendaraan, retribusi parkir pada masa Foke menjabat sebagai gubernur raib hingga mencapai triliunan rupiah.

Namun itu tentu uang yang sangat melimpah. Jika digunakan untuk membuka lapangan kerja bagi jutaan pengangguran di DKI tentu masih bersisa.

akan dibahas di sini “pendapatan siluman” dari sektor pedagang kecil.

pedagang kecil-menengah di DKI sangat ratusan ribu bahkan jutaan jumlahnya. Mari kita hitung “pendapatan siluman” Foke-Nara yang di lapangan di”kelola” oleh ormas-ormas asuhan Nara.

Sepanjang suatu jalan di Jakarta Selatan yang mencapai panjang 5 kilometer saja di kanan-kiri jalan terdiri dari 300 pedagang kecil. Ormas asuhan Nara mendapatkan “setoran” yang dipungut secara “sopan” dari tiap pedagang sebesar minimal 200 ribu rupiah setiap bulannya (termasuk kios-kios rokok).

Jika dikalkulasikan, dari satu jalan saja maka tiap bulan didapatkan 3000 x Rp.200.000,00 = Rp. 600.000.000,00 enam ratus juta rupiah sodare-sodare!

Ada berapa kilometer panjang jalan di jakarta yang di “huni” pedagang? tidakkurang dari 1000 kilometer,

maka :

1000/5=200 –> 200 X Rp.600.000.000,00 = Rp.120.000.000.000,00 alias SERATUS DUA PULUH MILIAR RUPIAH sodare-sodare ! itu hanya DALAM 1 BULAN ! kalo 1 tahun? kalikan 12 jadi :

1,34 Triliun rupiah ! wooowww……. pantesan Nara betah jadi pengasuh ormas,…….!!

itu hanya dari pedagang kecil, sekelas warteg, kios rokok, salon, cuci motor, counter pulsa, pedagang kaki lima, ….. gimana kalo dari pengusaha besar? pedagang besar? itung sendiri cing!

bagi pedagang yang tidak menyerahkan “setoran” bulanan akan di HAJAR! sesuai kampanye Nara, “Yang kurang ajar, Hajar!” dan sesuai yel-yel ormas itu.

Foke sebagai gubernur DKI, dalam masa kepemimpinannya ormas merajalela, bentrok sana-sini,dan Foke pun memberikan “Jakarta fair”, PRJ untuk “diamankan” oleh FBR, bahkan Foke sendiri yang “melantik” FBR.

Foke "merestui" FBR

Foke “merestui” FBR

berita :

http://www.depoknews.com/lagi-bentrok-ormas-pp-vs-fbr-2-orang-kena-bacok.html

http://samiajibintang.wordpress.com/2009/09/28/becoming-a-master-of-batavia/

http://beritanusa.com/index.php?option=com_content&view=article&id=4508:fbr-pp-kembali-bentrok-di-cengkareng-1-orang-luka-bacok&catid=31:peristiwa&Itemid=46

http://jurnaline.com/2012/05/07/pp-dan-fbr-bentrok-lagi/

http://kupretist.wordpress.com/2012/07/28/kampanye-hitam-bermotif-sara-terhadap-jokowi-ahok/

http://memo.blogombal.org/2012/02/23/pp-siapakah-yang-dimaksudkan-fbr/

berita di link di atas sebagian betul, karena itu reportase, sedangkan gw saksi mata, jadi tulisan gw di blog lebih akurat, karena gw juga kenal beberapa tokohnya

Leave a comment

Filed under Pendidikan Sosial Sejarah Budaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s