Menghitung Potensi Korupsi di Organisasi Masyarakat

Ternyata tidak banyak di antara kita (masyarakat) yang tahu bahwa organisasi yang berada di sekitar kita didanai oleh pemerintah (yang artinya didanai oleh masyarakat).
Meskipun organisasi itu ada embel-embel pemuda, mahasiswa, pelajar, muslim, dan juga organisasi profesi, namun banyak kalangan pemuda, mahasiswa, pelajar, profesi yang tidak mengetahui keberadaan ormas ini apalagi untuk mengetahui bahwa ormas-ormas ini didanai dari APBD.

MENGAPA ORMAS BERKAITAN DENGAN KORUPSI?

Ormas yang ada di masyarakat sangat banyak, namun kiprahnya hanya sedikit, yang dikenal hanya sedikit, mungkin hanya beberapa saja,itupun dalam arti yang cenderung negatif, misalnya ormas kedaeahan yang cenderung anarkis dan meresahkan masyarakat.
Jumlah ormas yang sangat banyak, misalnya di daerah banten mencapai 1.306 ormas, namun yang diketahui masyarakat hanya beberapa, sekitar 20an ormas, itupun yang aktif berkegiatan kurang dari 10 ormas, dan yang memberikan manfaat bagi masyarakat paling dapat dihitung dengan 5 jari saja.
Jumlah ormas yang sangat banyak namun tidak diketahui keberadaannya ini, dan setiap tahun mendapatkan dana dari APBD menimbulkan area korupsi yang sangat besar.

Misalnya di provinsi Banten tahun ini pemprov Banten mengalokasikan dana hibah untuk ormas sebesar Rp 289,4 miliar yang dananya diambil dari APBD provinsi Banten. Dana sebesar itu diberikan kepada 1.306 organisasi/lembaga.
Jika setiap ormas mendapatkan jatah yang sama berarti setiap ormas mendapatkan hibah hingga mencapai 221,6 juta rupiah! angka yang tidak sedikit.
Pertanyaannya, ke mana dana sebesar itu? kalau memang digunakan untuk kegiatan/program yang ositif dan dapat dirasakan oleh masyarakat sih oke-oke saja. Namun masyarakat ternyata tidak merasakan manfaatnya, mengapa saya berkata demikian?
Jika ormas itu melakukan kegiatan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat tentu masyarakat akan mengenal ormas tsb. Namun realitanya, masyarakat hanya mengenal ormas kedaerahan. Itupun dikenal karena tindakannya yang anarkis, tawuran dan memeras pedagang, dari tukang pulsa, kios rokok, hingga pemilik mall.
Itulah yang saya sebut korupsi, saat dana rakyat digunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.
Seharusnya ormas-ormas itu dikelompokkan berdasarkan jenisnya : kedaerahan, pendidikan, keprofesian, kesenian, budaya, pecinta alam, satgas bencana. kemudian setiap 6 bulan dilakukan audit keuangan dan evaluasi program kegiatannya.
Yang terjadi sekarang, ternyata banyak ormas fiktif, yang dikelola oleh mafia, termasuk pejabat daerah dan anggota DPRD. ormas-ormas ini hanya anak buah dari tokoh tersebut, yang akan digerakkan saat menjelang pemilihan (pilkada,pileg,pilpres). sehingga keberadaannya sangat tidak manfaat.
Jika 1300 ormas yang ada ternyata hanya 20% yang nyata, maka hanya 260 ormas yang benar-benar ada, dalam artian ada sekretariatnya, ada anggotanya, ada programnya, ada kegiatannya. Maka 80% nya yaitu 1040 orms fiktif. Jika yang fiktif mencapai 1000an berarti dana yang “hilang” alias dikorupsi sekitar 231 miliar rupiah. ke mana larinya dana sebesar ini? yang memeiliki kekuasaan untuk menggelontorkan dana ini adalah pemerintah provinsi dengan persetujuan DPRD. Maka korupsi sebesar ini tidak akan diusut jika eksekutif dan legislatif di Provinsi Banten malah bekerjasama me”nilep” dana ini.

Artinya pemprov dan DPRD yang bertanggung jawab terhadap hilangnya dana APBD sebesar 231 miliar ini!
Siapa pemprov dan DPRD di provinsi banten? tidak lain adalah keluarga besar Ratu Atut Cohsiyah.

Jika saja setiap ormas itu berdaya guna, pastilah permasalahan di masyarakat seperti pengangguran, putus sekolah, kriminalitas, tawuran, kemacetan, perusakan lingkungan akan teratasi. karena setiap ormas yang ada akan bekerja sesuai jenis dan programnya.
Namun sekarang ormas hanya menjadi alat kekuasaan dan centeng pejabat korup saja. Yang menjengkelkan ya karena ormas-ormas yang merusak masyarakat itu didanai dari APBD yang jelas-jelas adalah hak rakyat!

Leave a comment

Filed under Pendidikan Sosial Sejarah Budaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s